Posts

Showing posts from 2026

Empat Hari Menyusuri Bumi Kenyalang

Image
Ada perjalanan yang dirancang untuk bercuti. Ada perjalanan yang akhirnya menjadi ruang untuk kita kembali mengenali diri sendiri. Empat hari di bumi Kenyalang bukan sekadar tentang menanda lokasi dalam peta atau memenuhi senarai tempat yang ingin dikunjungi.  Ia adalah tentang memperlahankan langkah, membuka mata kepada keindahan yang sering terlepas pandang dan membiarkan setiap detik menjadi sebuah memori yang akan dikenang lama selepas pesawat berlepas pulang. Hari Pertama — Menyelami Kisah yang Membentuk Sebuah Negeri Sebaik tiba, langkah pertama kami membawa saya ke Muzium Budaya Borneo. Di sebalik seni bina bangunannya yang moden, tersimpan ribuan cerita tentang masyarakat, warisan dan sejarah yang membentuk identiti negeri ini. Setiap galeri terasa seperti helaian demi helaian sebuah buku yang mengajak pengunjung memahami kehidupan masyarakat dari dahulu hingga hari ini. Oh ya, menariknya kali ini, saya berkelana bersama kakak-kakak yang sudah melayari zaman pencen 😆 i...

Mereka Berlari di Padang, Aku Bertarung Dalam Diam

Image
    Sejak posting 2023, tiga tahun ini terasa berat. Tapi, malaslah aku nak cerita beratnya menanggung rasa, kerana doa mak dan abah, kehadiran mak dan abah, keberadaan adik-adik dan kawan baik, sentiasa ada dan aku yakin, doa-doa mereka diangkat, sehinggakan aku mulai redha dan belajar untuk tunduk. Cuma makin lama bekerja dengan manusia, terasa makin mencabar keimanan dan kesabaran. Ikut rasa, binasa; jadi, diamkan saja. Selagi buat kerja kita, sudahlah.     Okay, chin up! Hari ini hari kedua MSSD Olahraga, aku selaku guru pengiring serta juruletih, jantung memang tak senang degup. Berdebar lain macam nengok anak-anak atlet masuk gelanggang perjuangan mereka. Sedikit sebanyak juga memberikan secebis pengalaman dulu-dulu pernah join wakil Kuantan, kita turunkan kepada anak-anak murid. Melihat ada yang menggenggam emas, perak, gangsa dalam acara yang mereka sertai, ada rasa bangga, terharu dan syukur atas kejayaan mereka.    Untuk menggenggam pingat, b...

Di Antara Ombak dan Redha

Dia hanyalah seorang perempuan, yang masih belum usai urusan dunianya, melewati relung masa dengan langkah yang digagahkan, bukanlah dia kuat sepanjang jalan, cukup untuk membawa hati yang penuh dengan takungan berbagai-bagai perasaan; kadang membuatnya lemas di tengah jalan, kadang membuatkannya tersungkur tersadung batu, kadang membuatnya menjerut leher sendiri. Likat hitam malam, sunyi menggenggam jiwa, hanya Tuhan dia mengharap, agar tersahutkan, setiap raungan jiwa itu. Tidak cukupkah perasaan ditinggalkan itu cukup sekadar sekali? Datang berkali-kali bagai ombak menunjal-nunjal kepala, Tidak sempat menarik nafas aman, Datang lagi badai, menghempas lagi, Sehinggalah, Akhirnya, terdampar di tepian; dada berombak kencang tetapi selamat. Semua rasa itu dirayakan, semua rasa itu diselami, dijiwai sehingga damai datang. Berkali-kali ditampar dengan kehilangan, Satu-satu pergi, meninggalkan, Bukannya dia tidak bersyukur, malah sangat bersyukur, Bercanda tawa, tangan kaki gerak bekerja, ...