Posts

Showing posts from 2026

Di Antara Ombak dan Redha

Dia hanyalah seorang perempuan, yang masih belum usai urusan dunianya, melewati relung masa dengan langkah yang digagahkan, bukanlah dia kuat sepanjang jalan, cukup untuk membawa hati yang penuh dengan takungan berbagai-bagai perasaan; kadang membuatnya lemas di tengah jalan, kadang membuatkannya tersungkur tersadung batu, kadang membuatnya menjerut leher sendiri. Likat hitam malam, sunyi menggenggam jiwa, hanya Tuhan dia mengharap, agar tersahutkan, setiap raungan jiwa itu. Tidak cukupkah perasaan ditinggalkan itu cukup sekadar sekali? Datang berkali-kali bagai ombak menunjal-nunjal kepala, Tidak sempat menarik nafas aman, Datang lagi badai, menghempas lagi, Sehinggalah, Akhirnya, terdampar di tepian; dada berombak kencang tetapi selamat. Semua rasa itu dirayakan, semua rasa itu diselami, dijiwai sehingga damai datang. Berkali-kali ditampar dengan kehilangan, Satu-satu pergi, meninggalkan, Bukannya dia tidak bersyukur, malah sangat bersyukur, Bercanda tawa, tangan kaki gerak bekerja, ...